Postingan

KEGIATAN DI SORE MENDUNG

Sore yang mendung. Semua orang di sini merasa gerah. Ketika itulah, ibu mengajakku mengantar satai hati ayam goreng ke warung kare Mas Yanto. Habis itu, kami pergi ke hik Bu Muji, teman satu gereja kami yang berjualan di dekat rumahnya. Oh, ya. Tadi, daerah kami sempat mati lampu. Ibu sampai takut ketinggalan sinetron baru favoritnya.
"Bagiamana kalau ibu ketinggalan sinetron favorit ibu, Nduk?" tanya ibu tiba-tiba sebelum berangkat mengantar dagangan kami.
"La, ya, tidak tahu, Bu."
"Ya sudah. Ayo berangkat. Moga-moga, setelah kita pulang, listriknya kembali menyala."
"Amin."
Sampailah kami di hik Bu Muji. Banyak sekali anak kecil dan ibu-ibu yang jajan di sana. Ibu sampai agak bingung, mau memilih nasi kucing dan lauk yang mau dibeli. Syukurlah, anak-anak itu mau menyingkir dulu dan ibu leluasa mengambil yang mau dibeli.
Selain membeli nasi kucing dan lauk, kami tak lupa menjual usus goreng yang dimasak ibu. Sejak beberapa waku lalu, ibu juga menjual…

MENGANTAR SATAI HATI AYAM GORENG

"Asti, tidak jadi cuci baju?" tanya ibu tiba-tiba."Tidak, Bu. Besok saja.""Ya sudah. Lekas mandi! Ibu sudah selesai menusuk hati ayam. Sudah mau menggorengnya, lho.""Ya, Bu."Aku pun beranjak ke kamar mandi. Setelah mandi, kupakai hand and body dan parfume. Tak lupa memakai deodoran. Supaya, badanku tidak bau lagi. Lalu, aku ke dapur dan membantu ibu menulis jumlah satai hati ayam yang telah digoreng dan membungkus dagangan serta wadahnya dengan plastik. Kami pun berangkat.Di perjalanan, ibu melihat rumah yang belum jadi di Sabrang Kulon. Lalu kata ibu, "Rumahnya rapi kalau sudah diplafon begini, ya, Ti.""Iya. Ibu benar."Sampailah kami di warung kare Pak Nardi. Aku turun dari sepeda motor dan menyerahkan satai hati ayam gorengnya ke anak Pak Nardi. Kataku, "Permisi, Mas, Pak. Ini jumlahnya tiga puluh, Mas.""Oh. Iya, Mbak.""Terima kasih, Pak, Mas. Permisi dulu." Aku meninggalkan warung kare lor da…

SANGAT PUSING

Hari ini aku tidak menyapu, karena kepala ini rasanya pusing sekali. Sedari tadi hanya kuhabiskan tidur di kamar. Ibu yang mengerjakan sendiri. Padahal, beliau juga baru sakit diare. Mau bagaimana lagi? Kalau aku sakit, tidak bisa dipakai melakukan pekerjaan apapun. Maafkan aku, ya, Buk.Namun, kusempatkan untuk ikut ibu mengantar dagangan ke warung soto tugu dan mengambil dagangan yang masih sisa di warung kalio dan warung kare. Di sana, ibu juga menitipkan usus goreng di warung kalio. Dan, tadi usus gorengnya habis. Sedangkan satai hati ayam gorengnya masih tujuh."Kok, banyak sekali uangnya?" tanya ibu saat menerima uang dariku."Ini dicampur uang usus goreng juga, Buk," jawabku dan menyerahkan uang itu pada ibu."Puji Tuhan! Ya sudah, ayo naik!" ajak ibu."Ya, Bu."Aku pun naik sepeda motor di belakang. Maklum, sejak menabrak rumah saat latihan mengendarai sepeda motor. Aku tidak berani lagi mencoba mengendarai kendaraan itu lagi. Jadi, ibu lah ya…

TEMAN YANG MENGESALKAN

Aku hanyalah orang biasa yang ingin dicintai dan mencintai. Namun, sampai saat ini tak juga menemukan tambatan hati yang sesuai dengan harapan. Banyak lelaki menghubungiku lewat Massanger, Whatapp, DM Instagram, maupun Eskimi. Semuanya tidak cocok denganku.“Nama kamu siapa?” tanya seorang laki-laki di seberang telepon.“Bukannya sudah aku katakan, kalau aku Asti?” jawabku kesal.“Aku lupa.”“Bagaimana bisa orang ini lupa? Padahal baru kemarin, ‘kan, aku bilang namaku Asti. Ngeselin banget, sih!” Omelan-omelan lain keluar begitu saja dari mulutku yang mengerucut ini.“Ada apa, Nduk? Kok, ngomel sendiri?” tanya ibu yang masuk kamar, tanpa sepengetahuanku.“Tak apa, Bu. Hanya ada teman yang ngeseln, ini, Bu.” “Oh, begitu?”“Iya, Bu.”“Ya sudah, tak perlu ditanggapi lagi, ya,” kata ibu sembari membelai rambutku.“Siap, Bu!” jawabku singkat.“Nah, itu baru anak ibu.”Kami berdua pun hanya tertawa bersama. Hati ini terasa adem, mendengar ibu memberikan aku solusi yang tepat. Ibu ke luar kamar. Sedang…

HARI YANG DITUNGGU

Tanggal 1 Oktober 2020 nanti adalah hari yang bersejarah bagi Indonesia. Merupakan perayaan Hari Kesaktian Pancasila. Entah, di antara kita ada yang mengetahui hal tersebut atau tidak?Karena yang aku tahu, yang dirayakan hanyalah Hari Kelahiran Pancasila. Meski Hari Kesaktian Pancasila dirayakan, tentu tak seheboh perayaan Kelahiran Pancasila. Bahkan, waktu aku masih berselancar di Twitter. Seseartis ada yang salah menyebutkan dan tak bisa membedakan kedua hari bersejarah Indonesia itu.“Selamat Hari Kesaktian Pancasila,” begitu kata seseartis yang mengira Hari Kelahiran Pancasila adalah Hari Kesaktian Pancasila.Postingan seseartis itu menjadi viral, waktu itu. Sebenarnya kasihan. Harusnya, ada yang tegur dia. Bukan malah menjatuhkan harga dirinya. Setelah beberapa saat, seseartis itu merevisi isi postingannya. Entah, bagaimana kelanjutannya? Aku tidak tahu. Karena, tak lagi berselancar di Twitter lagi semenjak lupa password.Yang jelas, aku berharap tahun ini merupakan tahun kebangkita…

REVIEW FILM TILIK DAN CREAM

REVIEW FILM TILIK
Aku sangat bahagia, bisa mengikuti ODOP sampai pekan kedua ini. Namun sedih juga, beberapa temanku ada yang berguguran karena ada kegiatan lain di luar grup ODOP.Awal pekan ini, tim ODOP memberi tugas wajib. Yaitu menonton film Tilik dan Cream, lalu mereviewnya. Jujur, aku belum pernah menonton keduanya.Baru hari ini dapat link Youtube dari pihak tim ODOP. Aku pun mulai menonton film Tilik. Menurutku, film Tilik bagus. Namun, tokoh Bu Tedjo, tokoh dalam film ini ora cetho. Suka menggosip dengan teman sekampungnya.Pertama, membahas tentang Dian. Kata Bu Tedjo, Dian itu suka dempet-dempet dengan lelaki. Padahal, dia belum menikah karena fokus pada karier. Dia juga menunjukkan sebuah foto seakan membuktikan kalau Dian berdempetan dengan lelaki.Bu Tedjo melanjutkan ceritanya tentang Dian, saat berada di bawah. Beliau diberitahu agar tidak lagi menggosip. Namun, beliau tetap menggosip. Malah, sampai menggosip Dian pakai susuk.Kisah tentang Bu Tedjo dan kawan-kawan ini tida…

IBADAH PASKAH DI PADAS OMBO

Tanggal 9 Agustus lalu, panitia Paskah 2020 ajak semua jemaat GBIS Getsemane ke Padas Ombo. Meski sedang terjadi Corona di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kami tetap bisa ghatering di luar gereja. Karena, sudah Jam 08.30 WIB, jemaat GBIS Getsemane sudah berkumpul di gereja. Setelah semua berkumpul, salah satu panitia Paskah memimpin doa. Setelah itu, jam 09.00 WIB, kami masuk ke bus mini dan mobil yang disediakan. Kami pun berangkat ke Padas Ombo. Jalanan menuju Padas Ombo menanjak dan berkelok-kelok. Terhampar sawah terasering dan pepohonan rimbun di sekeliling jalan. Dan melewati Karangpandan, lalu kea rah Kemuning. Sebelum arah Parang Ijo, bus mini yang kami tumpangi belok ke arah utara.Kami semua sampai di Padas Ombo jam 09.30 WIB. Persiapan untuk ibadah dilakukan. Yang terpenting, kami tetap mematuhi protokol kesehatan. Tepat jam 10.00 WIB, kami mulai ibadah Paskah. Kami mulai memuji Tuhan, lalu mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan Pak Pendeta Daniel Kristanto, pendeta m…